PESTA BEBAS BERSELANCAR PBB ‘26 Selamat Datang Kembali, Ribuan Penonton Antusias Meski Di Guyur Hujan
Fri, 03 Jul 2026Posted by AdminGuyuran hujan selama dua hari berturut-turut tak menyurutkan semangat ribuan penonton yang memadati Gelora Pakansari, Cibinong, Bogor, dalam gelaran Pesta Bebas Berselancar (PBB) '26 pada 20–21 Juni 2026.
Mengusung tema "Selamat Datang Kembali", festival musik persembahan Memorise Fun Club ini untuk pertama kalinya diselenggarakan selama dua hari. Tema tersebut menjadi ajakan untuk kembali berkumpul melalui musik, komunitas, dan pengalaman kolektif yang selama ini menjadi identitas PBB.
Lebih dari sekadar festival musik, PBB '26 menghadirkan ruang kolaborasi bagi musisi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga penikmat musik dalam satu perayaan yang sama.
"Tahun ini menjadi langkah baru bagi PBB. Dengan penyelenggaraan selama dua hari, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih utuh bagi penonton, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi musisi, komunitas, dan berbagai kolaborasi kreatif untuk tumbuh bersama," ujar Aditya Muhammad selaku Festival Commissioner Pesta Bebas Berselancar (PBB).
Pertama Kalinya Digelar Selama Dua Hari
Penyelenggaraan selama dua hari menjadi tonggak baru dalam perjalanan PBB. Penambahan durasi ini memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pengunjung untuk menikmati rangkaian pertunjukan musik, program komunitas, hingga berbagai kolaborasi kreatif yang menjadi ciri khas festival.
Selama dua hari, PBB menghadirkan 24 musisi lintas genre yang tampil di dua panggung utama. Sejumlah nama seperti Tulus, Hindia, .Feast, Nadin Amizah, Reality Club, Sal Priadi, Perunggu, FSTVLST, The Adams, Ayu Ting Ting, hingga Kelompok Penerbang Roket sukses menghibur ribuan penonton.
Festival ini juga menghadirkan berbagai kolaborasi spesial yang hanya dapat disaksikan di PBB '26, seperti Senandung Penghujung Senja yang mempertemukan Parade Hujan, Danilla Riyadi, dan Endah N Rhesa dalam satu panggung. Selain itu, terdapat kolaborasi The Panturas Set Jepun bersama Tarawangsa Wellas, serta Skandal x Swellow yang menyatukan semangat musik independen dari Yogyakarta dan Bogor.
Tengkulak Kalcer Jadi Ruang Ekspresi Komunitas Lokal
Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, PBB '26 juga memperluas peran Tengkulak Kalcer sebagai ruang berekspresi bagi komunitas kreatif lokal.
Berkolaborasi dengan Surau Creative, area komunitas ini menghadirkan beragam pertunjukan lintas disiplin seni. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Halftime Show, kolaborasi antara Teater Taat SMK Negeri 1 Tajurhalang dengan pertunjukan fire dance.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai penampilan komunitas, mulai dari musik reggae Bogor, pertunjukan karinding, rampak puisi, tari kontemporer, hingga kolaborasi unik antara musik black metal dan seni pantomim.
Festival yang Inklusif dan Berkelanjutan
PBB '26 juga terus memperkuat komitmennya sebagai festival yang inklusif dan ramah lingkungan.
Area prioritas bagi penyandang disabilitas serta ibu hamil kembali disediakan agar seluruh pengunjung dapat menikmati festival dengan nyaman. Sementara itu, lebih dari 32 tenant UMKM lokal turut meramaikan area Dermaga Kuliner sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif Bogor.
Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui kolaborasi dengan Matters Project sebagai Waste Ranger. Selama dua hari penyelenggaraan, sebanyak sekitar 1,2 ton sampah berhasil dikelola, terdiri dari 388,45 kilogram sampah plastik dan 821,55 kilogram residu. Kolaborasi ini juga menghasilkan penghematan emisi karbon (carbon saving) sebesar 609,87 kilogram.
Semangat kolaborasi semakin terasa melalui karya visual seniman asal Bogor, Piqree, yang merancang key visual sekaligus merchandise resmi PBB '26. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai merchandise hasil kolaborasi bersama Kelompok Penerbang Roket, Sukses Lancar Rejeki, dan The Panturas, serta instalasi visual interaktif dari kolektif kreatif P Dalam Gang.
Sampai Bertemu Kembali
Selama dua hari penyelenggaraan, PBB '26 menjadi ruang yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku kreatif, UMKM, dan ribuan penonton dalam semangat kebersamaan.
Meski hujan terus mengguyur sepanjang festival, antusiasme para pengunjung menjadi bukti bahwa musik tetap menjadi ruang untuk saling terhubung dan kembali bertemu.
"PBB terus tumbuh bersama komunitas yang ada di dalamnya. Melihat antusiasme penonton, musisi, dan seluruh kolaborator sepanjang dua hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan festival yang relevan, inklusif, dan selalu dinantikan setiap tahunnya," tutup Aditya Muhammad.
