7 Updates

Thu, 06 Oct 2022
Thu, 06 Oct 2022

ARMY Indonesia Galang Dana Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Capai Rp 400 Juta

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) meninggalkan luka dalam untuk keluarga korban. Peristiwa Kanjuruhan ini terjadi setelah adanya kerusuhan pertandingan sepak bola antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Tidak hanya diberitakan di Indonesia saja, media luar negeri pun juga ikut memberitakan mengenai tragedi ini. Sebagai bentuk dukungan untuk korban Tragedi Kanjuruhan, sejumlah organisasi pun ikut membuat donasi, salah satunya fans boyband asal Korea BTS yang dikenal dengan istilah ARMY. Komunitas ARMY Indonesia pun ikut menggalang dana untuk korban Tragedi Kanjuruhan melalui laman Kitabisa. Kemudian, akun resmi BTS ARMY Indonesia memiliki target dalam penggalangan dana tersebut sebesar 200 juta rupiah. “Hai ARMY! Hai #OrangBaik. Dunia sepak bola tengah berduka. Sebelumnya kami mengucapkan duka cita mendalam atas 182 korban meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan. Korban meninggal dunia di pertandingan Arema versus Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 tersebut tak sekadar angka, di dalamnya ada keluarga yang kehilangan pasangan dan buah hatinya,” tulis akun BTS ARMY Indonesia dalam keterangan di kolom donasi. Hingga saat ini, Kamis (6/10) penggalangan dana tersebut sudah lebih dari Rp 400 juta. Hardyanti selaku inisiator dari penggalangan dana ini menceritakan skema penyaluran dana yang segera akan dilakukan per Selasa (4/10), dilansir dari CNNIndonesia. “Awalnya kami menargetkan penggalangan dana ini hanya mencapai sebesar Rp15 juta lewat kerja sama dengan basis ARMY di kota-kota lain," ungkap Hardyanti, Selasa (4/10). Karena jumlah dari penggalangan dana tersebut sudah melampaui target, maka Hardyanti dan rekan-rekannya harus cepat untuk menyalurkan jumlah dana yang sudah diterima. "Jadi mau enggak mau karena jumlahnya sudah sangat besar, maka kami harus koordinasi cepat sama pihak Korwil ARMY di Malang untuk segera proses penyaluran dananya," ucap Hardyanti. "Dari awalnya kami tetapkan tanggal 16 Oktober, kami majukan per hari ini. Pukul 14.00 WIB itu mereka akan mulai gerak turun lapangan untuk mendata korban-korban yang disesuaikan dengan tingkat urgensinya," pungkasnya. Target penerima dana, menurut Hardyanti, akan berfokus pada korban-korban yang kehilangan anggota keluarganya. Mereka mengaku sedang melakukan pendataan korban, sehingga bisa ditetapkan masing-masing tingkat urgensinya. "Rencananya akan kami tetapkan formulasinya untuk itu, semisal untuk tingkatan urgensi pertama, kami tetapkan nominalnya Rp5 juta," ucap Hardyanti. "Sementara untuk korban luka-luka nanti akan mendapatkan Rp3 juta, dan sebagainya," lengkapnya.  

READ MORE