Penjelasan Peningkatan Gempa Bumi Di Indonesia

Penjelasan Peningkatan Gempa Bumi Di Indonesia

Wed, 14 Oct 2020Posted by Admin

Sejak gempa bumi yang melanda Palu dan Lombok 2018 lalu, intensitas gempa di tanah air meningkat. Hal tersebut pun diakui oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono. Hal ini tentu mengkhawatikan, mengingat adanya isu tentang tsunami setinggi 20 m yang menghantui.

Baca juga: Potensi Tsunami 20 M: Mitos Hingga Fakta Yang Harus Diketahui!

Rahmat mengatakan kedua gempa tersebut menciptakan penambahan gempa-gempa yang signifikan. Dalam bencana Lombok, gempa susulannnya mencapai lebih dari 3.000 kali. Sedangkan untuk bencana Palu, gempa susulannya mencapai 2.500 dan disertai dengan likuifaksi. Bahkan, gempa bumi di Palu masih terus terjadi hingga tahun 2019. Tecatat BMKG, dua gempa tersebut memicu peningkatan yang signifikan di daerah lain.

Walaupun terasa menakutkan, Rahmat memaparkan kenaikan tersebut adalah hal yang biasa. Ia kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di zona gempa bumi. Gempa umumnya tersebar sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Jawa hingga Papua. Bencana ini pun memiliki sifat yang berulang.

"Kalau di situ sudah jelas, di situ lah boleh bilang pasti terjadi gempa, ya pasti. Karena di situ sumber gempa, sumber pertemuan lempeng," ujarnya.

Terkait dengan isu tsunami yang tengah ramai diperbincangkan, Rahmat menegaskan gempa bumi ini tidak berkaitan dengan hal tersebut. Untuk terjadi tsunami, diperlukan gempa dengan magnitudo besar dan adanya robekan di dasar laut atau patahan panjang. Sedangkan, gempa-gempa yang terjadi umumnya kecil. Dirinya lalu mengatakan tidak ada pihak yang memprediksi gempa bumi, namun ia dapat memprediksi lokasinya terutama di perrtemuan lempeng.

Terakhir, Rahmat mengingatkan masyarakat untuk tidak panik. Adanya informasi terkait bencana gempa dan tsunami ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah. Harapannya, korban dan kerugian yang nantinya ditimbulkan menjadi lebih sedikit.